Membangun SOC Rumah Sakit dengan Model yang Fleksibel

Transformasi digital membuat rumah sakit semakin bergantung pada teknologi, mulai dari sistem informasi rumah sakit, aplikasi, server, jaringan, endpoint, cloud, hingga berbagai perangkat yang terhubung dalam operasional sehari-hari. Namun, semakin banyak sistem yang terhubung, semakin luas pula attack surface yang perlu diamankan.
Ancaman seperti ransomware, phishing, malware, credential theft, hingga unauthorized access dapat mengganggu sistem dan operasional rumah sakit, sementara tim IT dan security juga harus menghadapi semakin banyak security alerts serta kebutuhan monitoring selama 24/7
Dalam kondisi ini, Security Operations Center (SOC) dapat membantu rumah sakit membangun kemampuan cybersecurity yang lebih terstruktur. Namun, membangun SOC bukan sekadar memilih teknologi, pertanyaan yang lebih penting adalah:
Model SOC seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit?
SOC Bukan Sekadar Monitoring
SOC merupakan fungsi cybersecurity yang menggabungkan people, process, dan technology untuk melakukan monitoring, detection, analysis, dan response terhadap ancaman. SOC mengumpulkan security information dari berbagai sumber seperti endpoint, network, firewall, server, aplikasi, dan cloud sehingga security team memiliki visibility yang lebih menyeluruh terhadap kondisi keamanan organisasi. Bagi rumah sakit, kemampuan ini semakin penting karena sistem digital harus tetap tersedia dan aman selama 24/7.
Untuk memahami lebih jauh mengenai peran SOC dalam cybersecurity, Anda juga dapat membaca artikel Apa Itu Security Operations Center (SOC) dan Mengapa Menjadi Bagian Penting dari Strategi Cybersecurity?
Tidak Semua Rumah Sakit Membutuhkan Model SOC yang Sama
Setiap rumah sakit memiliki tingkat kesiapan, resource, dan kebutuhan cybersecurity yang berbeda sehingga implementasi SOC dapat menggunakan beberapa pendekatan.
SOC as a Service
Rumah sakit dapat memperoleh fungsi SOC sebagai layanan tanpa harus membangun seluruh infrastructure dan tim secara internal. Model ini dapat mencakup 24/7 monitoring, threat detection, incident response, SIEM, dan security reporting, sehingga cocok bagi organisasi yang ingin meningkatkan kemampuan security monitoring dengan lebih cepat tanpa investasi awal yang terlalu besar.
Managed SOC
Pada Managed SOC, security provider membantu menjalankan fungsi security operations secara berkelanjutan, mulai dari monitoring 24/7, threat detection, alert triage, threat hunting, investigation, hingga incident response. Model ini dapat menjadi pilihan bagi rumah sakit yang sudah memiliki infrastructure security tetapi membutuhkan tambahan expertise dan operational capability.
Co-Managed atau Hybrid SOC
Rumah sakit tidak harus menyerahkan seluruh fungsi SOC kepada pihak eksternal. Dengan model Co-Managed atau Hybrid SOC, tim internal tetap menjalankan fungsi tertentu sementara provider membantu area seperti monitoring, detection, threat hunting, atau incident response. Model ini cocok untuk organisasi yang ingin meningkatkan cybersecurity capability secara bertahap tanpa harus langsung membangun seluruh fungsi SOC secara internal.
Turnkey SOC
Bagi rumah sakit yang ingin memiliki SOC internal dalam jangka panjang, Turnkey SOC dengan pendekatan Build-Operate-Transfer dapat menjadi pilihan. Provider membantu mulai dari strategic design, architecture, infrastructure, hingga training dan operational transition sebelum kemampuan tersebut ditransfer kepada tim internal. Pendekatan seperti ini juga digunakan Zentara untuk membantu organisasi membangun SOC yang dapat berkembang menuju operational independence.
Bagaimana Memilih Model yang Tepat?
Sebelum menentukan model SOC, rumah sakit perlu mempertimbangkan beberapa hal:
Apakah sudah memiliki security team yang memadai?
Apakah mampu melakukan monitoring 24/7?
Seberapa besar kontrol yang dibutuhkan terhadap infrastructure dan security operation?
Bagaimana kebutuhan cybersecurity akan berkembang ke depannya?
Karena itu, SOC yang tepat bukan selalu yang paling kompleks, tetapi yang paling sesuai dengan risk, resource, maturity, dan kebutuhan organisasi.
Teknologi Harus Didukung People dan Process
SOC tidak hanya bergantung pada teknologi, karena SIEM, EDR, XDR, firewall, dan threat intelligence perlu didukung oleh security analyst serta proses operasional yang jelas
Zentara menyediakan ZX SIEM, ZEN iNTEL, dan Agent ODYSSEY untuk mendukung visibility, threat intelligence, dan blue team operations. Pada akhirnya, tujuan SOC adalah membantu organisasi melihat apa yang terjadi, memahami risikonya, dan merespons ancaman sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih besar.
Membangun SOC Secara Fleksibel
Rumah sakit tidak harus langsung membangun SOC internal dari awal. Organisasi dapat memulai dari SOC as a Service atau Managed SOC, kemudian berkembang menuju Co-Managed atau Internal SOC sesuai dengan kebutuhan dan tingkat maturity. Pendekatan fleksibel memungkinkan rumah sakit membangun cybersecurity capability secara bertahap tanpa harus mengubah seluruh infrastructure dan operational model sekaligus.
Bagi rumah sakit, tujuan akhirnya bukan sekadar memiliki SOC, tetapi memastikan data, sistem, dan operasional tetap aman dan tersedia ketika dibutuhkan
Siap Membangun SOC yang Sesuai Kebutuhan?
Setiap rumah sakit memiliki kebutuhan cybersecurity yang berbeda sehingga model SOC perlu disesuaikan dengan kondisi, risiko, resource, dan tujuan organisasi. Global Infotech Solution dapat membantu organisasi mengevaluasi kebutuhan teknologi dan cybersecurity untuk menentukan pendekatan yang sesuai. Jika rumah sakit Anda sedang mempertimbangkan SOC, security monitoring, atau cybersecurity infrastructure, konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim Global Infotech Solution. Bangun SOC yang fleksibel, tingkatkan keamanan, dan siapkan rumah sakit untuk menghadapi ancaman siber.


