top of page

Mengapa Rumah Sakit Membutuhkan Security Operations Center di Era Digital Healthcare?

3 hours ago
3 min read

Transformasi digital telah mengubah cara rumah sakit memberikan layanan kepada pasien. Sistem informasi rumah sakit, aplikasi, jaringan, perangkat endpoint, hingga layanan berbasis cloud semakin terintegrasi untuk mendukung operasional yang cepat dan efisien.


Namun, semakin banyak teknologi yang digunakan, semakin luas pula lingkungan yang perlu diamankan. Bertambahnya cloud systems, remote work, connected devices dan berbagai titik akses membuat attack surface organisasi semakin besar. Di saat yang sama, ancaman siber juga berkembang dengan taktik yang semakin canggih, termasuk penggunaan AI, zero-day exploits, dan social engineering.


Bagi industri healthcare, kondisi tersebut membuat keamanan tidak lagi cukup hanya mengandalkan perangkat keamanan yang bekerja secara terpisah. Rumah sakit membutuhkan kemampuan untuk memantau, mendeteksi, menganalisis dan merespons ancaman secara berkelanjutan.


Salah satu pendekatan yang dapat mendukung kebutuhan tersebut adalah Security Operations Center (SOC).


Security Operations Center sebagai Pusat Keamanan Digital

Security Operations Center merupakan pusat operasional keamanan yang mengintegrasikan people, process dan technology untuk membantu organisasi menghadapi ancaman siber. Dalam implementasinya, SOC melakukan monitoring, detection dan response terhadap aktivitas keamanan di berbagai bagian lingkungan IT.


Untuk rumah sakit, keberadaan SOC menjadi relevan karena lingkungan IT healthcare tidak hanya terdiri dari satu sistem. Infrastruktur dapat mencakup server, workstation, network devices, web server, firewall, endpoint security, hingga lingkungan cloud.


Dengan mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber tersebut, tim keamanan dapat memperoleh centralized visibility terhadap aktivitas yang terjadi di lingkungan organisasi. Hal ini membantu security team untuk lebih cepat mengenali aktivitas yang mencurigakan dan menentukan tindakan yang diperlukan.


Mengapa Monitoring 24/7 Menjadi Sangat Penting?

Operasional rumah sakit berjalan sepanjang waktu. Karena itu, kebutuhan terhadap keamanan digital juga tidak berhenti ketika jam kerja selesai.


Ancaman yang terjadi di luar jam operasional tetap dapat berkembang menjadi insiden yang berdampak pada sistem dan layanan. Tantangan ini semakin besar ketika tim IT dan security harus menghadapi jumlah alert yang tinggi, tool sprawl, serta keterbatasan kemampuan untuk melakukan monitoring selama 24 jam.


SOC membantu menjawab kebutuhan tersebut melalui 24/7 security monitoring, sehingga aktivitas keamanan dapat dipantau secara berkelanjutan. Monitoring saja tidak cukup. Ketika sebuah aktivitas mencurigakan ditemukan, organisasi perlu memiliki proses yang jelas untuk menentukan apakah aktivitas tersebut merupakan ancaman dan bagaimana meresponsnya.

Dalam SOC, proses tersebut dapat mencakup alert triggering, triage analysis, deep investigation, hingga incident response. Arsitektur SOC Zentara, misalnya, menggunakan pendekatan bertingkat melalui L1 Analyst untuk triage, L2 Analyst untuk investigasi lebih lanjut dan L3 Analyst untuk incident response.


Secara keseluruhan, proses incident response mencakup tahapan Preparation, Detection & Analysis, Containment, Eradication dan Recovery. Pendekatan ini membantu organisasi tidak hanya mendeteksi insiden, tetapi juga melakukan containment, menghilangkan ancaman dan mengembalikan operasional setelah insiden ditangani.


SOC Juga Mendukung Kebutuhan Compliance dan Governance

Selain threat detection dan incident response, SOC juga dapat membantu organisasi dalam kebutuhan compliance reporting dan governance.


Dalam service deck Zentara, SOCaaS mencakup compliance reporting yang mendukung standar seperti PCI DSS, HIPAA dan ISO/ISMS 27001:2022. Sementara itu, kemampuan SIEM Zentara menyediakan dashboard, reporting, centralized visibility, serta audit-ready reporting untuk kebutuhan compliance dan governance.


Hal ini membuat SOC tidak hanya berfungsi sebagai pusat monitoring keamanan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya organisasi dalam membangun proses keamanan yang lebih terdokumentasi dan terukur.


Membangun SOC Tidak Selalu Berarti Memulai Dari Nol

Terdapat beberapa pendekatan implementasi yang dapat disesuaikan dengan kondisi organisasi, seperti SOC as a Service (SOCaaS), Managed SOC, maupun Hybrid SOC.


SOCaaS memungkinkan fungsi security operations diberikan sebagai layanan dengan dukungan technology stack dan tim ahli. Managed SOC dapat memperluas kemampuan security team internal dengan dukungan provider, sementara Hybrid SOC memungkinkan tim internal dan provider berbagi tanggung jawab dalam menjalankan security operations.


Digitalisasi membawa banyak manfaat bagi industri healthcare, tetapi juga menciptakan kebutuhan baru dalam menjaga keamanan lingkungan digital yang semakin kompleks.


Karena itu, Security Operations Center dapat menjadi salah satu bagian penting dalam strategi cybersecurity rumah sakit, terutama untuk mendukung continuous monitoring, threat detection, incident response, serta kebutuhan reporting dan governance.

Dengan menggabungkan people, process, dan technology, SOC membantu organisasi bergerak dari pendekatan keamanan yang reaktif menuju kemampuan monitoring dan respons yang lebih terstruktur.


Pada akhirnya, keamanan digital healthcare bukan hanya tentang melindungi teknologi, tetapi juga memastikan organisasi memiliki kemampuan untuk melihat, memahami, dan merespons ancaman secara tepat waktu.

 
 
bottom of page